Batik Tjanting Sets

Kita Semua Bisa Merawat Batik

0 Shares
0
0
0
0

Batik adalah sebuah karya seni adiluhung negeri ini. Dibuat dengan penuh ketelitian dan waktu yang relatif panjang, tentu menjadikan harganya tidak murah. Akan sayang sekali jika batik dirawat dengan sembarangan, bukan?

Nah, maka dari itu Wastra Raya ingin berbagi informasi singkat tentang cara merawat batik yang benar. Kita semua bisa merawat batik, sepanjang kita memiliki cinta yang cukup dan tangan yang mau bergerak. Selamat menyimak!

1. Jika pakai cairan pencuci batik atau shampoo: 

Larutkan cairan itu ke dalam air sampai tak ada bagian yang mengental. Celupkan kain batik. Rendam sebentar dan kucek perlahan menggunakan tangan.

2. Jika pakai buah lerak :

Remas-remaslah buah lerak sampai mengeluarkan busa. Tambahkan air secukupnya. Rendam sebentar dan kucek perlahan menggunakan tangan. Aroma buah lerak, selain segar, juga dipercaya mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain.

3. Jangan pernah menggosoknya.

Jika batik tak terlalu kotor, cukup rendam di air hangat. 

Tapi jika benar-benar terkena noda makanan, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya, cukup dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk di bagian yang kotor tadi.

4. Hindari pemakaian mesin cuci dan deterjen kimia.

Jika kita ingin batik kita awet usianya, selalu cuci batik dengan tangan saja. Deterjen kimia juga tidak pernah disarankan untuk dipakai karena dapat merusak warna batik.

Baca Juga:  Memantik Batik

5. Perhatikan cara menjemur.

Jangan peras batik saat akan dijemur, langsung direntangkan dengan hati-hati. Jangan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari, sebaiknya jemurlah di tempat teduh atau diangin-anginkan hingga kering.

6. Jangan menyetrika batik secara langsung.

Jika batik tampak sangat kusut, semprotkan sedikit air di atas kain batik lalu letakan sehelai alas kain di atasnya, baru diseterika.

7. Perhatikan cara menggunakan pewangi dan pelembut pakaian.

Jika ingin memberi pewangi atau pelembut kain pada batik, jangan semprotkan langsung pada kainnya. Sebaiknya, tutupi dulu batik tulis dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain tadi di atas koran.

8. Perhatikan pula kontak batik dengan parfum.

Jangan semprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain batik, terutama batik sutera dengan pewarna alami.

9. Perhatikan cara penyimpanan batik.

Simpan batik kesayangan dalam plastik agar tak dimakan ngengat. Saat disimpan dalam lemari jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak batik. Agar batik tak dimakan ngengat, beri sedikit merica yang dibungkus tisu di lemari tempat menyimpan batik. Atau, letakkan akar wangi yang sudah dua kali melalu proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering.

Jadi, tidak begitu repot, bukan? Selamat merawat batik!

Salam #WastraRaya untuk #IndonesiaRaya

0 Shares
You May Also Like