5 Fakta Menarik tentang Batik Cirebon, Sudah Tahu?

0 Shares
0
0
0
0

Kawan Wastra pasti sudah membaca artikel “Mega Mendung, Awan dari Cirebon” yang lalu, kan? Tentu saja, Cirebon tidak melulu tentang motif Mega Mendung saja. Simak yuk, hal-hal menarik lainnya yang wajib kalian tahu mengenai batik di Cirebon. 

1. Cirebon merupakan sentra batik tertua di Jawa Barat  

Ada empat sentra batik terbesar di Jawa Barat, yakni Indramayu, Tasikmalaya, Garut, dan Cirebon. Di antara keempat daerah tersebut, Cirebon disebutkan sebagai sentra yang paling tua. Perkembangan batik Cirebon tidak lepas dari desa Trusmi yang menjadi pusat pembuatan batik yang hingga saat ini masih sangat diminati. Desa Trusmi mulai berkembang sudah sejak abad ke-14. Pengaruh batik Cirebon juga dapat ditemukan dalam ragam pola batik sentra-sentra lain yang ada di Jawa Barat. 

2. Desa Trusmi, salah satu desa batik terbesar di Indonesia 

Trusmi merupakan sebuah desa yang dihuni oleh para perajin batik di Cirebon. Dilansir dari situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terdapat lebih dari 3000 pelaku industri kreatif di sentra batik Trusmi. Terkenal sebagai tempat berwisata, desa ini telah menjadi salah satu ikon dari Cirebon. Tidak hanya sebagai pusat untuk jual beli batik, di sana Kawan Wastra juga bisa belajar membuat batik khas Cirebon langsung dengan perajinnya.  

3. Mega Mendung akan didaftarkan sebagai UNESCO world heritage

Sebelumnya kita sudah membahas tentang tingginya minat akan motif khas Cirebon ini. Tidak hanya popularitasnya, karya seni yang sarat makna ini pun layak dikenal dunia. Berdasarkan informasi yang dituliskan pada 2016 lalu di situs web Dinas Pariwisata dan Kebudayaan provinsi Jawa Barat, untuk mendapatkan pengakuan dari dunia, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI berencana untuk mendaftarkan motif Mega Mendung ke UNESCO sebagai salah satu world heritage. Wacana ini menyusul setelah ditetapkannya batik itu sendiri sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 lalu. 

Baca Juga:  Kita Semua Bisa Merawat Batik

4. Awalnya, bukan barang dagangan dan hanya dibuat di dalam keraton 

Tidak seperti sekarang, awalnya kain batik di Cirebon hanya digunakan oleh keluarga kerajaan dan bukan merupakan barang dagangan. Bahkan, mulai dari proses pembuatan motif sampai pada proses pencelupan akhir, semuanya dilakukan di dalam tembok keraton. Tentu saja, dalam perkembangannya, akhirnya batik pun keluar dari keraton dan dapat dibuat serta dikenakan oleh masyarakat luas. 

Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat

5. Batik keratonan dan batik pesisiran

Secara umum, batik Cirebon dapat dibedakan menjadi dua, yaitu batik keratonan dan batik pesisiran. Motif batik keraton terinspirasi dari benda-benda yang ada di lingkungan keraton, misalnya gapura, kereta dan bangunannya. Sedangkan batik pesisiran lebih banyak dihiasi flora dan fauna, atau motif yang menggambarkan aktivitas masyarakat di pedesaan. Dilihat dari segi pewarnaan pun, kedua jenis batik ini tampak beda. Mirip dengan batik Jogjakarta dan Solo, batik keratonan Cirebon biasanya tersusun atas warna biru, coklat, hitam dan putih. Sementara itu, batik pesisiran lebih dinamis dengan tata warnanya yang beraneka ragam.

Itulah lima hal menarik tentang batik Cirebon. Ada banyak hal lain yang juga tidak kalah menarik jika kita terus mengulik dan mempelajari tentang batik serta segala sesuatu mengenainya. Jadi, mari terus belajar dan jangan lupa simak terus artikel Wastra Raya berikutnya, ya! (KL)

0 Shares
You May Also Like
Tenun Ikat berwarna orange

Apa itu Wastra?

Wastra, wastra, wastra. Mungkin kita sering mendengar kata ‘wastra’. Mungkin kita sering datang ke acara-acara bertema wastra. Mungkin…