Mengintip Pasar Batik 17 Agustus Pamekasan

0 Shares
0
0
0
0

Berbelanja batik biasanya menjadi pilihan beberapa orang untuk merayakan kemerdekaan dan menunjukkan rasa cintanya pada bangsa ini. Walaupun masih dalam situasi pandemi dan adanya larangan berada di keramaian, tidak ada salahnya untuk sekadar mencari referensi tempat berbelanja batik. Di artikel kali ini, Wastra Raya ingin mengajak kalian berjalan-jalan ke pasar yang telah dikukuhkan sebagai pasar batik tulis tradisional terbesar di Indonesia. Mumpung masih dalam semarak Agustusan, kita intip yuk pasar batik yang juga menyandang nama 17 Agustus di Pamekasan ini.  

  1. Dikukuhkan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka pada 24 Oktober 2019 lalu, pasar yang bernama lengkap Pasar Batik 17 Agustus Pamekasan ini resmi menjadi pasar batik tulis tradisional terbesar di Indonesia. Hal tersebut diputuskan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh APPBI (Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia). Dinilai bahwa pasar ini telah menjadi tempat berkumpulnya perajin batik tulis, hingga pedagang bahan dan alat pembuat batik tradisional. Namun, pemilihan tersebut tidak semata-mata dari jumlah perajin batik yang terlibat dari daerah setempat, tapi juga dianalisis dari unsur sustainable marketing dan ekosistem produknya. Jual beli batik yang diterapkan di Pasar 17 Agustus dianggap menguntungkan baik bagi perajin maupun bagi pelanggan, dengan kualitas dan kisaran harganya yang beragam. 
  1. Salah satu hal yang membuat pasar ini juga menarik untuk dikunjungi adalah keaslian produk-produk batik yang diperjualbelikan. Kita hanya akan menemukan barang-barang yang memang asli buatan masyarakat setempat. Ini pulalah yang membuat APPBI memberikan nilai yang tinggi kepada Pasar 17 Agustus dalam kriteria traditional authenticity. Tidak ada produk dari luar Jawa Timur yang dijual di sini. Lebih dari itu, hampir semua produk yang disuguhkan di sini adalah batik tulis. Batik cap juga masih bisa ditemukan namun jumlahnya lebih sedikit. Dengan autentiknya barang-barang di pasar ini, tentu saja kita tidak akan bisa menemukan kain yang di-print dengan motif batik. 
  1. Pasar yang berdiri sejak tahun 1985 ini menawarkan bermacam-macam produk batik, mulai dari bahan dan alat untuk membuat batik, produk batik setengah jadi, kain batik, sarung batik, hingga batik yang siap pakai. Harganya berkisar dari puluhan ribu hingga puluhan juta, tergantung kualitas dan jenis barangnya. Meskipun secara luas dikenal dengan nama Pasar Batik 17 Agustus, masyarakat setempat lebih suka menyebutnya dengan nama Pasar Bere’ (Barat). Dari namanya, 17 Agustus, tentu setiap orang akan menebak bahwa pasar tersebut kemungkinan diresmikan bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia. Tapi ternyata alasannya adalah di depan area pasarnya, terdapat gapura peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. 
  1. Pada 8 Mei 2021 lalu, delapan lapak yang terletak di sebelah barat pasar ini hangus terbakar dan satu toko mengalami kerusakan ringan akibat api yang menjalar. Penyebabnya belum diketahui hingga kini namun petugas pemadam kebakaran saat itu berhasil meredakan apinya sebelum menyebar ke puluhan kios lain. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 
Baca Juga:  Kata Mereka Tentang Hari Batik Nasional
  1. Pasar ini terletak di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Kabupaten Pamekasan sendiri terkenal dengan banyaknya sentra pembuatan batik. Tercatat ada 6.526 perajin batik yang tersebar di 38 pusat pembuatan batik. Selain itu, diperkirakan ada 933 unit usaha di seluruh kabupaten ini. Jika dilihat dari pemberitaan media, pemerintah daerah Pamekasan pun termasuk cukup aktif dalam mempromosikan batik. Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam meraih penghargaan MURI pada tahun 2019 sebagai bupati pertama yang menggunakan identitas batik pada kendaraan dinasnya. Tidak hanya mobil dinasnya yang dihiasi batik, ornamen-ornamen kantor pemerintahan milik pemerintah Kabupaten Pamekasan juga bercorak motif batik setempat.

Jadi, gimana, Kawan Wastra? Setelah pandemi berakhir, kabur ke sana, yuk! (KL)

0 Shares
You May Also Like
Tenun Ikat berwarna orange

Apa itu Wastra?

Wastra, wastra, wastra. Mungkin kita sering mendengar kata ‘wastra’. Mungkin kita sering datang ke acara-acara bertema wastra. Mungkin…