Wastra, Perempuan, dan Kita // Nurdiyansah Dalidjo

0 Shares
0
0
0
0

Nurdiyansah Dalidjo, seorang penulis dan peneliti lintas isu mengajak kita untuk melintasi Indonesia lewat cerita wastra dalam episode pertama ini. Oleh-oleh tenun Baduy dari ibunda melahirkan pertanyaan-pertanyaan menggelitik yang akhirnya mulai terjawab ketika ia bekerja untuk Miyara Sumatera, sebuah organisasi yang berfokus pada pelestarian kebudayaan, dalam hal ini kain. Pengalaman ini membuka wawasan bahwa kain tradisi bukan sekadar indah dipandang mata, namun juga sebagai pintu masuk untuk mengenal masyarakat di mana kain ini hidup.

Wastra tidak hanya menceritakan tentang keadaan masyarakat tempatnya lahir dan hidup, tetapi juga masyarakat atau kebudayaan yang bersinggungan dengan tempat asalnya. Indonesia pada masa lalu adalah bangsa yang lebih banyak melestarikan budayanya secara lisan, bukan tulisan. Di sini wastra memegang peranan penting karena wastra adalah dokumentasi sejarah yang merekam kondisi sosial budaya dan geografis suatu masyarakat.

Sebagai dokumentasi, kain sendiri juga memerlukan upaya pendokumentasian agar cerita kain ini bisa mencapai lebih banyak orang. Nurdiyansah pun menggandeng Cassandra Grant untuk melanjutkan perjalanan wastranya, lalu melahirkan gerakan kolektif dan independen yang dinamakan Kain Kita. Gerakan ini menyasar anak muda kota, karena kain sendiri lebih banyak dibuat di desa dan kampung daripada di kota, jadi menurut Nurdiyansah ada kebutuhan untuk menghubungkan generasi penerus dengan peran strategisnya demi keberlangsungan seni dan tradisi, baik dalam hal pelestarian maupun pemajuan. 

Baca Juga:  Wastra Raya (Pembuka)

Dari perjalanannya sebagai penulis dan peneliti, Nurdiyansah banyak berbagi kisah kepada Wastra Raya tentang kain, perempuan, dan masyarakat adat. Salah satu yang berkesan untuknya adalah tentang wastra yang digunakan sebagai alat perlawanan. Mama Aleta Baun, di wilayah adat Mollo, memimpin perempuan-perempuan di kampungnya untuk menenun. Sebuah pergerakan yang membuahkan hasil dan membawa kesadaran bersama apa yang dirampas dari masyarakat adat ini apabila proyek tambang dilanjutkan. 

Itu hanya salah satu cerita menarik dari banyak obrolan seru seputar wastra bersama Nurdiyansah. Kita seperti diajak jalan-jalan lewat cerita wastra mulai dari Sumatera, Jawa, Sulawesi sampai Nusa Tenggara. Dari batik, tenun sampai kain kulit kayu. Semuanya menyatu di episode satu. 

Dengarkan obrolan selengkapnya di Spotify, Anchor, YouTube dan Google Podcasts. Mampir juga ke kanal-kanal cerita Kain Kita di Medium, Instagram, dan juga YouTube ya.

Salam #WastraRaya untuk #IndonesiaRaya!

Salam Wastra Raya untuk Indonesia Raya!

Listen on Anchor.fm | Google Podcasts
0 Shares
You May Also Like